Home » , » MengORBIT di 3 Kota

MengORBIT di 3 Kota

Setelah hampir selama 6 hari tidak berada di pulau Bali, akhirnya kemarin saya kembali dan hari ini punya tenaga dan waktu untuk menceritakan apa yang saya alami selama 6 hari tersebut.

Hari Pertama

Dari tanggal 18 sampai 23 Maret 2013, saya mengikuti Karya Wisata ke Jakarta, Bandung dan Yogya bersama anak kelas 11 SMAN 1 Kuta Utara. Ini adalah 'tradisi' tahunan sekolah, jadi saya tidak membuang-buang kesempatan ini.

Perjalanan dimulai pada 18 Maret 2013, kami semua berkumpul di sekolah untuk makan sore dan mendengarkan sedikit pengarahan dari Kepala Sekolah. Menjelang petang, kami pun berangkat menuju Bandara Internasional Ngurah Rai. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan standar, akhirnya dimulailah bagian paling membosankan, yaitu menunggu.

Apalagi, saya masuk dalam kloter ketiga yang berangkat sekitar pukul 22.30 WITA. Hingga akhirnya kami berangkat bersama Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA0421 menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Saya tiba di Cengkareng pada tengah malam dan langsung di jemput oleh Bus untuk selanjutnya menuju ke hotel di wilayah Kota Tua, Jakarta Utara. Sekitar pukul 02:00 WITA akhirnya kami semua bisa istirahat.

Hari kedua



Pagi hari, kami makan pagi bersama-sama di hotel. Walaupun masih agak ngantuk karena hanya tidur beberapa jam, tapi saya berusaha menyiapkan tenaga. Tujuan pertama adalah Garuda Indonesia Training Center (GITC). Disana kami melihat simulator pesawat Garuda Indonesia, para pilot muda dan pramugari yang cantik-cantik.

Tidak lupa, sebelum pulang saya membeli beberapa souvenir. Kami semua berkeliling di GITC hingga menjelang makan siang. Sebelum makan siang, kami semua mengganti seragam sekolah dengan pakaian bebas karena akan menuju tempat wisata lainnya.

Tempat wisata yang kami tuju adalah Monas, sayangnya, karena terlalu banyak waktu yang terbuang di jalan akibat macet, kami hanya menikmati Monas kurang dari 1 jam. Nah, untunglah kami bisa menghabiskan hampir sepanjang sore di Ancol.



Karena saya terbilang penakut, jadi saya tidak mencoba banyak permainan selain Tornado dan Kora-Kora. Jujur saja, walau bukan yang pertama kali mencobanya, tapi tetap saja membuat kepala agak pusing dan kaki terasa belum menyentuh bumi.

Selesai bermain dan makan malam di Ancol, kami melanjutkan ke ITC Cempaka Mas. Jujur saja, saya tidak menemukan barang yang menarik dan khas disana, selain harganya yang bisa dikatakan sedikit lebih murah dari di Bali. Jadi, saya hanya membeli sandal karena sandal saya putus.

Berikutnya adalah kembali ke hotel.

Hari Ketiga

Pagi-pagi buta kami sudah harus bersiap-siap dan check-out dari hotel. Kalau boleh jujur, sebenarnya kami sudah telat 1 jam dari jadwal. Tapi, mau gimana lagi?

Tujuan pertama adalah Pura Jagat Karta yang ada di Gunung Salak, Bogor. Mungkin tempat inilah yang paling berkesan dalam tour kali ini. Saya bisa merasakan ketenangan, aura yang begitu kuat dan pengalaman spiritual yang luar biasa.

Selesai bersembahyang dan makan siang di Gunung Salak, kami kembali ke Jakarta untuk berwisata di Lubang Buaya, tepatnya di Monumen Pancasila Sakti. Kemudian menghabiskan sepanjang sore lagi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).



Karena sudah pernah mencoba naik gondola, jadi saya memutuskan untuk menyewa motor listrik dan berkeliling di TMII. Kenapa motor listrik? Supaya berbeda dengan yang lainnya. Saya juga sempat menyaksikan syuting Super Trap Trans TV, entah akan tayang atau tidak.

Selesai makan di TMII, kami melanjutkan perjalanan menuju Bandung dan tiba disana sekitar pukul 22.30 WITA.

Hari Keempat

Hari pertama dan terakhir di Bandung dimulai dengan makan pagi di hotel, kemudian dilanjutkan dengan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB), disana kami disambut oleh bagian Humas ITB. Kami semua dijelaskan banyak hal tentang ITB, mulai dari cara masuk, mahasiswa , kampus hingga berbagai jurusannya.

Selesai dari ITB, maka selesai pula kegiatan yang berhubungan dengan studi dan semua agenda selanjutnya hanyalah wisata dan berbelanja. Hore...

Belanja pertama di Bandung dimulai di Cihampelas, karena saya tidak jago dalam berbelanja jadi saya hanya membeli sebuah tas dan 2 potong kaos. Selanjutnya adalah berbelanja LAGI di Cibaduyut.

Bicara soal Cibaduyut, saya dan beberapa teman menghabiskan hampir selama 1 jam hanya untuk tawar-menawar. Kenapa? Bukan karena sangat ingin barang tersebut tapi karena kami hanya ingin bercanda dengan sang penjual yang memang seru, sekalian juga menghabiskan waktu.

Selesai makan malam di perjalanan yang ditemani hujan, kami melanjutkan dengan perjalanan sepanjang malam menuju kota Jogja. Saat melewati Jalur Nagrek, beberapa dari kami memang merasakan seberapa seramnya jalur tersebut. Saya sendiri merasakannya lewat perut saya yang teras mual.

Hari Kelima

Pagi hari, kami tiba di Muntilan untuk mandi dan sarapan. Rasanya mandi itu seperti sangat segar dan luar biasa. Selanjutnya kami berwisata ke Candi Borobudur, ya karena masih dalam proses renovasi pasca letusan Gurung Merapi, jadi kami tidak bisa berbuat banyak.

Selanjutnya kami makan siang dan melanjutkan ke Malioboro. Sebenarnya sih kami akan ke Kraton Sri Sultan, kami karena kunjungan sudah ditutup maka diganti dengan berwisata ke Museum Dirgantara di wilayah Lanud Adi Sucipto.



Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi di Jogja adalah Candi Prambanan. Tempat ini memang punya kenangan sendiri buat saya tepat 3 tahun yang lalu dan berulang lagi tahun ini, sebuah kenangan yang menyenangkan. :)

Kami melanjutkan menuju Solo untuk makan malam, sayangnya saya tidak sempat mandi dan tidak mendapat kesempatan mandi hingga tiba di Bali.


Hari keenam

Pagi hari kami tiba di Pasir Putih, Jawa Timur. Hanya beberapa ratus kilometer dari rumah. Rasanya kami sudah seperti di Bali. Sekitar pukul 11.15 WITA kami menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.

Setelah makan siang di Negara, kami menghabiskan sepanjang siang hingga sore menyurusi jalan Denpasar-Gilimanuk untuk menuju rumah.

Sekitar pukul 16.30 WITA kami tiba di sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.

Tour 3 Kota kali ini benar-benar menyenangkan, penuh pengalaman dan tak akan terlupa. Teman-teman di Bus G (IPA 7 dan Akselerasi), Guru Pendamping (Pak Darma), Tour Leader (Om G) dan semuanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS