Home » » Sisi Hitam Di Hari Serba Merah Muda

Sisi Hitam Di Hari Serba Merah Muda

Hari Valentine biasanya dicirikan dengan nuansa serba merah muda alias pink. Warna pink dianggap sebagai warna yang melambangkan cinta. Kenapa? Karena warna putih itu melambangkan kesucian, warna merah melambangkan keberanian dan bendera merah putih adalah bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.

deArryk tidak terlalu peduli dengan sejarah tentang hari kasih sayang tersebut. Tapi, hanya berusaha melihat fenomena-fenomena yang terjadi di balik perayaan hari tersebut. Selain dipenuhi oleh cinta dan kasih sayang, ternyata hari Valentine juga menyimpan sisi hitam.

Berikut ini adalah beberapa sisi hitam dari perayaan hari serba merah muda (Valentine's Day) :

1. Dalam kurun waktu 2 minggu menjelang hari Valentine, penjualan perhiasan emas di Amerika (saja) menyebabkan limbah sebanyak 34 juta metrik ton. Kalau 1 ton saja = 1000 kilogram, coba bayangkan berapa banyak limbah tersebut.



2. Sebagian besar mawar yang dijual di Amerika Serikat saat hari Valentine, berasal (diimpor) dari Amerika selatan, membuang-buang bahan bakar fossil. Padahal, pada akhirnya mawar itu akan menjadi sampah juga. Sayangnya, belum ada data tentang limbah mawar di Indonesia.

3. Salah satu sumber sejarah tentang Valentine mengatakan kalau perayaan hari tersebut berasal dari kepercayaan kuno yang disebut Lupercalia, perayaannya biasanya menelanjangi korban (biasanya gadis muda) , dicambuk bahkan dipukul dengan harapan meningkatkan kesuburan mereka.

4. Sumber sejarah lainnya menyebutkan kalau Santo Valentine dipenggal pada 14 Februari karena melakukan pernikahan secara diam-diam (rahasia).

5. 46% orang Amerika bertukar cokelat atau permen pada hari Valentine. Mungkin karena hal itulah, 67% orang Amerika mengalami kegemukan atau obesitas.

6. Kartu hari Valentien pertama dikirim oleh Charles, Duke of Orleans, untuk istrinya sementara dia masih dipenjara di Menara London. Kenyataannya, Charles tetap ditawan lebih dari 24 tahun.

7. Sebuah jajak pendapat terbaru mendapatkan fakta bahwa 1 dari 10 orang dewasa muda (sekitar 15-23 th) yang jomblo mengaku merasa kesepian, gelisah dan depresi saat hari Valentine.

8. Kebanyakan remaja akan tetap menghabiskan banyak uang saat merayakan Valentine, baik dia memiliki kekasih maupun tidak. Bedanya, bagi yang punya kekasih hadiah hanya diberikan pada kekasihnya. Sementara yang tidak punya, hadiah diberikan pada keluarga atau sahabat.

9. Hari Valentine sering diidentik sebagai hari free sex. Entah kebetulan atau tidak, menjelang pada hari tersebut banyak hotel yang menawarkan harga murah dan paket couple untuk semalamnya.

Dibalik perayaan hari yang disebut penuh kasih ternyata terdapat banyak sisi gelap. Inilah yang disebut  2 sisi mata uang yang berbeda satu dengan lainnya. Dibalik perayaannya yang serba merah muda, ternyata Valentine tetap menyimpan sisi hitamnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS