Home » » Ketika Cinta Banyak Bicara

Ketika Cinta Banyak Bicara

Bicara soal cinta memang tidak pernah ada habisnya, cinta adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan logika matematika apalagi ditemukan zat penyusunnya dengan rumus kimia. Bahkan, kata-kata para penyair pun sulit menjelaskan apa itu cinta yang sebenarnya. Tapi, kenapa hampir semua orang bisa merasakan dan mengatakan kalau dirinya memiliki cinta sejati?

Nah, kali ini dearryk mau membahas sedikit soal cinta-cintaan, terutama proses jatuh cintanya. Secara dearryk, proses jatuh cinta itu dibagi menjadi dua. Yaitu, cinta pada pandangan pertama atau cinta yang tumbuh sejalan dengan waktu.

Cinta Pada Pandangan Pertama 

Cinta pada pandangan pertama adalah sebuah perjudian, karena kemungkinannya hanya 1 berbanding sekian puluh juta. Bayangkan, bagaimana kamu bisa merasa suka dengan orang yang baru pertama kali kamu temui sedangkan orang yang sudah kamu kenal selama berbulan-bulan saja belum tentu kamu sukai.

Pada pandangan pertama, kamu langsung bisa jatuh cinta pada orang yang baru ditemui yang bahkan belum dikenal. Aneh nggak?? Emang bisa nilai dari mananya kalau dia itu baik dan sesuai harapanmu??

Mungkin kamu beralibi, cinta pada pandangan pertama adalah sebuah takdir dari Tuhan. Ya sih, kemungkinan itu sih ada. Tapi, berapa besar kemungkinannya kalau ada seseorang dipertemukan dengan orang yang belum pernah ditemui seumur hidupnya, lalu jatuh cinta dan hidup bahagia selamanya.


Cinta pada pandangan pertama lebih sering tidak berakhir bahagia, karena kesalahan terbesar saat jatuh cinta pada pandangan pertama adalah membiarkan cinta itu hilang begitu saja tanpa pernah mencoba mencari sesuatu untuk membuat cinta itu kembali lagi.

Contohnya, kamu lagi makan-makan di warteg lalu ada cewek cantik dateng langsung deh jatuh cinta. Kalo kamu bodoh, kamu akan biarin dia gitu aja. Padahal belum tentu bakal ketemu lagi. Nah, kalau kamu pinter dan bernyali, maka langsung ajak kenalan.

Cinta yang Tumbuh Sejalan Waktu

Pernah denger pepatah, "cinta tumbuh seiring dengan seringnya kita bertemu..." Mungkin secara logika hal ini bisa diterima, lho kok bisa?? Intinya sama seperti menabung. Anggaplah kalau setiap satu kali kamu bertemu seseorang (lawan jenis), kamu menabung satu benih cinta. Bayangkan kalau kamu bertemu hampir setiap hari. Dalam 1 bulan saja, kamu sudah menabung lebih dari 20 benih cinta yang bisa saja tumbuh.

Cinta yang tumbuh sejalan dengan waktu akan sangat sulit disadari, ketika cinta itu sudah mulai tumbuh baru kamu akan sadar ternyata kamu sudah terpanah asmara. Kalau kamu beruntung, kamu akan merasakan cinta yang benar-benar menyenangkan. Tapi, kalau kamu sial maka kamu akan menyadari cinta itu ketika orang yang kamu cintai sudah dimiliki orang lain.

Mungkin kamu berpikir kalau cinta yang sejalan dengan waktu akan sangat menyenangkan karena kamu sudah mengenal siapa yang akan kamu cintai. Sayangnya, itu adalah kesalahan besar. Ketika kamu jatuh cinta pada orang yang sudah kamu kenal, maka cinta itu akan terasa semakin tabu.



Satu hal lagi, ketika kamu mencintai seseorang yang sudah kamu kenal baik. Maka, akan lebih menyenangkan masa-masa dimana kamu lagi PDKT alias pendekatan sama doi dibandingkan ketika kamu masa-masa pacaran. Logikanya, karena masa-masa selama kamu pacaran akan terasa mirip saat kamu berteman sama doi.

 Jadi, kalo mau menjadikan seseorang sebagai pacarmu berikutnya. Jangan terlalu akrab sama orang tersebut. Ngerti?

Oke, sekian tentang masalah proses jatuh cinta ala deArryk.

NB : Selamat merayakan Imlek bagi yang merayakannya, ya.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS