Home » » Konsep Belajar Cepat dan Menyenangkan

Konsep Belajar Cepat dan Menyenangkan

Belajar mungkin bukan kegiatan yang dianggap menyenangkan bagi sebagian orang, saya sendiri termasuk orang yang tidak suka pada proses belajar. Suatu pelajaran akan saya mengerti jika memang saya ingin, tapi kalau sedang tidak ingin maka pelajaran semudah apapun tidak akan saya mengerti. 

Baru-baru ini, saat jalan-jalan di KasKus. Saya melihat HT (Hot Thread) tentang Konsep Belajar Cepat dan Menyenangkan. Sebenarnya saya hanya ingin tau apa arti konsepnya, setelah selesai saya baca, ternyata cukup bermanfaat. Jadi, sekalian saja saya bagi disini. 

Konsep Belajar Cepat dan Menyenangkan dengan konsep MASTER. Katanya sih konsep ini terdapat dalam buku "Accelerated Learning for the 21st Century."

Konsep MASTER sebenarnya adalah singkatan dari Motivating your mind, Acquiring the information, Searching out the meaning, Triggering the memory, Exhibiting what you know dan Reflecting what you've learned. 




Motivating Your Mind 

(Memotivasi Pikiran)

Langkah pertama dalam belajar cepat adalah motivasi. Ini penting sekali. Berapa banyak orang yang berusaha untuk belajar tanpa motivasi? Mereka menganggap belajar sebagai suatu bentuk "penderitaan". Dengan sikap seperti ini bisa dibilang secara bawah sadar otak akan menolak informasi yang masuk karena dianggap negatif!

Jelas saja kita jadi sangat sulit belajar. Bandingkan dengan orang yang termotivasi, yang menganggap belajar itu seru dan mengasyikkan. Secara bawah sadar otak akan dengan senang hati mempersilakan informasi untuk masuk

Cara memotivasi pikiran ini beda-beda, anda bisa menggunakan apapun yang positif sebagai motivasi. Contohnya adalah menjadi lebih baik di mata si doi. 

Acquiring the Information

(Memperoleh Informasi)


Ada tiga gaya belajar utama, yaitu visual (melalui penglihatan),auditori (melalui pendengaran), dan kinestetik (melalui tindakan) <-- tipe admin banget .Kita akan lebih cepat menangkap informasi kalau kita belajar sesuai dengan gaya belajar kita. Oleh karenanya kita perlu mengenali gaya belajar yang cocok untuk kita lalu mempraktekkannya. Hasilnya kita akan lebih cepat menangkap informasi. Cara mengetahuinya bisa melalui tes.


Searching Out the Meaning 

(Menyelidiki Makna)


Sekedar membiarkan informasi masuk sama sekali tidak cukup. Kita harus berusaha untuk mendapatkan makna dari informasi itu. Ini sama seperti mencerna informasi yang masuk sampai memahami hakikatnya luar dalam. Jadi bukan hanya menghafalkan fakta, tapi terus maju sampai memahami konteksnya dan penerapannya untuk hal-hal lain. Berapa banyak orang yang hanya berusaha menghafal fakta tanpa memahami maknanya ?


Triggering the Memory 

(Memicu Memori)


Memahami makna merupakan hal yang sangat penting, tapi kita juga harus mampu mengingat fakta. Banyak orang yang punya daya ingat luar biasa. Contohnya ada orang Jepang yang menghafalkan angka pi sampai ribuan angka di belakang koma ! Ck�ck� (biasanya kita hanya hafal dua angka yaitu "14? dari "3.14?). Ada banyak teknik yang bisa memudahkan kita mengingat fakta. Singkatan seperti "MASTER" merupakan salah satunya. Akan jauh lebih mudah untuk mengingat enam langkah Accelerated Learning kalau kita memakai singkatan "MASTER".


Exhibiting What You Know 

(Memamerkan Apa yang Anda Ketahui)


Memamerkan di sini bukan berarti sok tahu. Yang dimaksud adalah kita harus berusaha membagikan ilmu kita ke orang lain. Saat membagikan ilmu ke orang lain kita justru akan mendapatkan lebih banyak lagi! Misalnya seorang guru kadang lebih cepat paham dan menguasai materi pelajarannya tentang materi pelajarannya setelah dia mengajarkannya pada murid-muridnya.



Reflecting What You've Learned 

(Merefleksikan Bagaimana Anda Belajar)

Nah, inilah langkah terakhir dalam konsep MASTER. Kita mesti mengevaluasi cara belajar kita. Mengapa? Sebab setiap orang punya cara belajar yang unik yang berbeda dengan orang lain. Kita mesti mengembangkan gaya belajar pribadi yang paling cocok dengan kita. Dan ini tentu tidak bisa dicapai dalam waktu semalam. Kita harus mencoba, mengevaluasi, memperbaiki apa yang kurang, lalu mencoba lagi, dan seterusnya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS