Home » » Cerita Hari Ini

Cerita Hari Ini

Dimulai dengan pagi yang lumayan panas (pagi-pagi sudah panas), saya berangkat ke sekolah mengendarai si biru kesayangan. Di jalan, ada sebuah pemandangan hebat yang saya saksikan. Ada seorang siswa SD, mungkin kelas 5 atau 6 sedang mengendarai sepedanya sambil menelepon menggunakan Black Berry. Jarang-jarang ada anak SD seperti itu.

Sampai di sekolah, kelas saya terlihat lebih bagus karena baru saja selesai dicat ulang. Singkat cerita, akhirnya kami dikumpulkan di halaman dan seperti biasa, pak Kerta berbicara panjang lebar menjelaskan banyak hal, tapi kali ini lebih pendek dari biasanya, mungkin ada 'sesuatu' pada dirinya.

Jalan santai pun dimulai dan arahnya sama seperti minggu-minggu yang lalu. Saat jalan santai ada banyak kejadian lucu nan aneh yang saya lihat. Awalnya, saya berjalan bersama Yande, Andre dan kawan-kawan yang lain. Entah karena apa, tiba-tiba saya sudah berjalan bersama Reza, Mita dan Desi.

Kami berjalan dibelakang 2 bapak guru, awalnya sih biasa-biasa saja. Reza melawak dengan gaya Raditya Dika, saya bersama Mita dan Desi hanya bisa tertawa. Lalu, Reza mulai memperhatikan sesuatu.

"Eh, liat-liat...." si Reza berkata serius.

Ternyata 2 bapak guru di depan kami berpegangan tangan, mirip ABG yang pacaran tapi masih malu-malu. Kami berempat pun sulit untuk menahan tawa. Dan mungkin karena tawa kami berempat, 2 bapak guru tersebut melepaskan pegangannya.


Saat sampai lagi sekolah, kami diberikan pengumuman untuk membersihkan kelas. Sambil mendengarkan lagu, saya mengambil sapu dan mulai menyapu. Lalu, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari pengeras suara. Ternyata benar, suara pak Putra. Kalau sudah pak Putra yang bicara, pasti anak-anak jurnalis akan berkumpul.

Anak-anak jurnalis berkumpul di aula untuk membicarakan masalah lomba yang akan diadakan di Gianyar, beberapa hari lagi. Kami pun 'diseleksi' dengan cara yang aneh. Padahal, tim yang akan mengikuti lomba sudah jelas tapi, entah kenapa harus diadakan 'seleksi' lagi.



Di aula, komandan bedebah (Nanda) ternyata belum datang. Ya, terpaksa hanya beberapa saja anak kelas sepuluh yang ikut 'seleksi'. Saat si Nanda datang, dia langsung terpilih untuk ikut lomba. Hebat ya... 

Urusan selesai di aula dengan hasil saya tidak jadi ikut lomba, ya sudahlah. Jadi, saya bisa fokus untuk ikut lomba Bulan Bahasa. Saya pun kembali ke kelas dengan riang gembira bercampur agak kecewa karena tidak jadi ikut lomba.

Sebagai anak sepuluh satu yang baik, saya pun kembali ke kelas dan melanjutkan perjalanan ke kantin bersama Yande dkk. Saat di kantin, entah apa yang terjadi, saya membeli minuman yang baunya agak aneh. Padahal saya sudah biasa membelinya, awalnya saya kira sudah kadaluwarsa, tapi masih beberapa bulan lagi. Lalu, saya mencoba meminumnya dan rasanya ANEH.

Teman-teman saya juga coba mencium baunya, mereka bilang kok baunya aneh. Jadilah minuman itu dibuang, padahal harganya 5 ribu. Duh, rugi. Lama kelamaan saya berpikir, rasa minuman itu seperti arak (minuman keras). Wah, jangan-jangan pedagangnya mau menggunakannya untuk sesajen. (maklum, orang Bali biasanya menggunakan arak dalam sesajen).

Nah, sekarang saya harus fokus untuk membuat mading kelas. Karena, ini adalah lomba pertama yang akan saya ikuti.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS