Home » » Memulai Karir Sebagai Jurnalis

Memulai Karir Sebagai Jurnalis

Jurnalistik adalah salah satu ekskul yang saya ikuti di SMA. Selain jurnalistik saya juga mengikuti ekskul WAJIB dari sekolah, yakni Pramuka. Ya, walaupun di dalam hati yang paling dalam saya adalah seorang pramuka. Tapi, saya mengikuti ekskul pramuka secara paksa-rela. ckckckck...

Kembali ke ekskul jurnalistik. Sebenarnya di keluarga saya tidak ada darah wartawan/jurnalis yang mengalir. Kebanyakan adalah jiwa petani, guru, seni dan pekerja. Tapi, anehnya saya malah tertarik pada jurnalistik. Mungkin ini adalah takdir Tuhan atau bahasa kerennya, NASIB.

Sewaktu SD, saya masih ingat sempat menjadi pengurus mading sekolah bersama beberapa teman. Tapi, kebanyakan sih perempuan. ckckckck... (untung ngga dikira b*nci). Pada waktu itu, mading di sekolah saya berhasil di hidupkan kembali. Sayangnya, sekarang mading tersebut sudah tidak terurus lagi. *sedih...

Saat SMP, saya sempat mencoba KIR secara paksa-rela, namun saat kelas 8 dan 9, saya mengikuti ekskul matematika karena 'si dia'. Hasilnya pun tidak begitu berarti karena saya memang kurang menyukai matematika lagi.


Di SMA, saya tidak mau diintervensi oleh pihak-pihak lain. *bahasa sok keren... Saya memilih ekskul jurnalistik. Salah satu ekskul yang bisa menyediakan tempat untuk melatih dan mengembangkan kemampuan saya dalam menulis. Selain itu, ekskul jurnalistik katanya bisa 'menghasilkan' asalkan tulisan kita dimuat di majalah sekolah yang terbit setiap 1 semester (6 bulan).

Sayangnya, ekskul jurnalistik tidak bisa berjalan setiap minggu (ekskul biasanya berlangsung pada hari Sabtu). Kenapa? Karena para anggotanya juga mengikuti ekskul lainnya. Ekskul jurnalistik akan sangat sibuk ketika ada acara seperti Porsenijar, Olimpiade atau yang lainnya. Selain itu, waktu yang paling menegangkan/menyebalkan adalah ketika deadline penerbitan majalah sudah semakin dekat.

Terlepas dari itu semua, saya pun mulai berlatih menjadi jurnalis secara otodidak. Caranya? Saya sering membaca berita di koran, majalah dan portal berita untuk mengetahui bagaimana menulis berita yang menarik dan cara penulisan yang baik.

Saya juga berpedoman pada slogan "Practice Make Perfect".

Maka dari itu, saya beranggapan tidak ada gunanya kalaupun saya belajar menjadi jurnalistik selama beberapa tahun tapi tidak pernah melakukan aktifitas jurnalistik. Untuk itulah saya menggunakan blog ini untuk aktifitas jurnalistik. Caranya?

Dengan menuliskan berita-berita hasil liputan saya di blog ini. Sumber beritanya adalah di sekitar saya. Tidak perlulah saya mencari berita hingga ke Jakarta seperti kasus korupsi dan KPK ataupun ke Spanyol untuk meliput krisis disana. *alasan sebenarnya karena tidak punya biaya.

Hal itulah yang membuat saya menambahkan subtittle di belakang judul blog ini yaitu, Aku dan Sekitarku.

Oke, sekianlah postingan tidak jelas ini. Oh ya, bagaimana dengan template baru blog ini? Semoga tidak ada masalah ya...

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS