Home » » Garuda Riders

Garuda Riders

Pernah nggak terbayang tentang sebuah kisah yang merupakan kelanjutan dari epik kuno Ramayana namun ditulis dengan gaya yang lebih modern dan anak muda banget. Memang sih, kisah epik Ramayana tidak pernah memiliki kelanjutan. Hampir semua versinya menceritakan bahwa Sri Rama berhasil menyelamatan istrinya, Dewi Sita dari raja raksasa, Rahwana dengan bantuan Hanoman dan pasukan manusia kera (wanara).

Oke, anggaplah kisah itu sudah berakhir dengan demikian. Tapi, bagaimana kalau 1000 tahun setelah pertempuran besar itu. Tiba-tiba hal yang luar biasa terjadi, terlahir seorang anak yang memiliki darah Sri Rama, Rahwana dan Hanuman.

Yaps, itulah yang mendasari sebuah novel fiksi fantasi berjudul The Adventure of Wanara : Garuda Riders. Novel ini adalah bagian pertama dari The Adventure of Wanara Trilogy.


Bercerita tentang seorang wanara kera bernama Naradja yang memiliki darah Sri Rama, Rahwana dan Hanuman dalam dirinya. Kakek dan nenek dari ibunya merupakan keturunan Sri Rama dan Rahwana, sementara ayahnya sendiri merupakan keturunan dari Hanuman.

Naradja harus hidup terasing selama belasan tahun karena kedua orangtuanya harus menyembunyikan identitas mereka agar tidak diketahui oleh siapapun. Hingga suatu ketika, seorang marsekal Badawang, pemimpin Angkatan Udara Ayodhya, menemukan bakat Naradja dalam menjinakan seekor Garuda.

Tampaknya, bakatnya itu didapatkan dari sang kakek, Bimata yang dulunya merupakan mantan panglima pasukan elit Raksasaghna. Raksasaghna sendiri merupakan sebuah aliansi bawah tanah yang ingin memusnahkan semua ras asura beserta keturunannya. Sayang sekali, Bimata yang seorang manusia jatuh cinta kepada seorang keturunan ras asura bernama Dewi Locita. Maka, dia pun ikut diincar oleh pasukan Raksasaghna.

Naradja sebenarnya sangat berbakat, saat berlatih Kundala Vedi dan menciptakan Astra Panah Pasopati, dia melakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, karena kehilangan fokus, dia malah menghancurkan ruang latihan.

Ketika akan mengambil telur garuda yang nantinya akan menjadi kendaraan masing-masing taruna Angkatan Udara. Naradja sebenarnya hampir mendapatkan telur yang sangat baik, tapi dia tidak tega melihat induk garuda tersebut kehilangan kedua telurnya. Karena yang satu sudah diambil oleh Laksmi.

Saat jatuh dari tebing, Naradja menemukan sebuah telur berlumuran lumpur yang bahkan tidak dihiraukan oleh induknya. Maka, dia pun mengambilnya karena kasihan. Namun, telur itu sangat lama menetas dan hampir membuat Naradja kecewa. Saat sudah menetas dan tumbuh pun, garuda itu sangat lemah namun dia sangatlah setia dan diberinama Gagani.


Inti cerita dari novel Garuda Riders adalah petualangan Naradja bersama sahabatnya di Angkatan Udara yaitu Laksmi, Baning, Malore dan Lembu Kendil untuk mencari dan menemukan Keris Hasta Brata (8 sifat/elemen kepemimpinan).

Untuk mengumpulkan kedelapan elemen tersebut, mereka harus mencarinya di semua negara. Termasuk di negara yang memiliki penjagaan ketat. Untunglah mereka semua memiliki garuda yang bisa mempermudah mereka melakukan perjalanan tersebut.

Perjalanan mereka mulai dari menyelam di dasar samudra, mencari di dataran tinggi hingga masuk ke tengah hutan yang lebat. Hingga berakhir di Candi Suci Maliawan.

Disanalah Naradja bertemu dengan Katunara, salah seorang anggota Raksasaghna. Dialah yang memberikan elemen kedelapan kepada Naradja, sehingga keris Hasta Brata menjadi lengkap. Sayangnya, keris tersebut sama sekali tidak melukai Katunara.

Naradja pun memanggil Gagani untuk membantunya melawan Katunara. Sayangnya, Katunara berhasil membunuh dan membuat Gagani menjadi abu dengan keris Ulo Geni miliknya. Diakhir cerita, Naradja dibantu oleh kawan-kawannya berhasil mengalahkan Katunara, dan Naradja dengan bengisnya menikam dan memenggal kepada Katunara.

Sejak saat itulah, sebelah mata Naradja menyala merah. Diakhir cerita Garuda Riders, Naradja memilih kembali ke Maripada untuk menemui kedua orangtuanya sebentar.

Nah, lalu bagaimanakah lanjutan cerita di buku kedua yang berjudul Rise of Asura? Apa yang akan terjadi pada Naradja? Yuk nantikan bareng-bareng.


0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS