Home » » Liputan di Proyek Jalan Tol

Liputan di Proyek Jalan Tol

Pada 12 April 2013 yang lalu, saya berkesempatan untuk meliput kegiatan Siswa Pecinta Alam (Sispala) sekolah saya, SMAN 1 Kuta Utara.

Kegiatan kali ini adalah penanaman 5000 pohon mangrove yang diselenggarakan oleh PT. Jasa Marga bekerjasama dengan Universitas Udayana. Penanaman dilakukan di sekitar proyek jalan tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua yang dalam waktu dekat akan menjadi kebanggan baru bagi pulau Bali.


Acara penanaman tersebut juga dirangkaikan dengan Hari Bumi (22 April) mendatang. Tema yang diambil adalah Nature for Future. Sebuah tema yang saya anggap bisa menyadarkan kita semua tentang seberapa berartinya alam ini untuk masa depan kita.

Saat pertama sampai di lokasi, saya merasa kagum dengan besar dan panjangnya proyek jalan tol tersebut. Dan sebuah kesempatan yang luar biasa bisa menikmatinya saat belum dibuka untuk umum. Kalau dilihat-lihat sih, proyek tersebut sudah berjalan diatas 50%.

Sebenarnya sih acara akan dimulai pukul 2 siang, sayangnya air laut masih terlalu tinggi dan berbahaya untuk dilewati. Maka, kesempatan itu dimanfaatkan untuk berfoto oleh beberapa teman saya. Kalau dilihat-lihat, memang sebagian besar hutan bakau di sekitar proyek tersebut sudah rusak bahkan menghilang.



Padahal dulu sewaktu masih kecil, hutan bakau di daerah tersebut bisa dikatakan sangat lebat dan masih banyak kepiting berukuran jumbo. Pantas saja dilakukan penanaman kembali.

Tapi, bagi saya penanaman di sekitar area proyek tersebut sama saja seperti sebuah perjudian karena daerah tersebut bisa dikatakan sangat ekstrim untuk penanaman mangrove baru bahkan peluangnya hanya 10%. Tapi, ya sudahlah.


Nah, saat melakukan penanaman ternyata lokasinya benar-benar tidak biasa. Berada di sebelah jalan tol dan kami harus melewati bagian bawah jalan tol untuk mencapainya. Padahal, bagian bawah jalan tol bukanlah tempat yang aman karena mungkin saja masih ada sisa kawat, paku atau kabel yang terendam dalam lumpur.

Akibatnya, beberapa peserta mengalami luka pada bagian kaki. Tapi, bukan berarti mengurangi semangat peserta lainnya.

Saya sendiri harus membawa kamera agar bisa mengambil gambar untuk keperluan majalah sekolah. Sebuah pengalaman liputan yang tidak akan terlupakan.


0 komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan Murah Pasang Iklan Murah Pasang Iklan Murah Pasang Iklan Murah
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS