Home » » Ujian Nasional Tak Ada di Negara Ini

Ujian Nasional Tak Ada di Negara Ini

Ujian Nasional, UN, UNAS atau apalah namanya adalah suatu evaluasi terakhir yang harus dilalui seorang siswa di Indonesia. Ya, walaupun sejak tahun lalu nilai UN hanya berpengaruh sebagian dari penentuan kelulusan, tapi tetap saja UN jadi semacam momok yang menakutkan.

Apalagi, belakangan ini beredar isu bahwa tahun ajaran ini, UN akan dibuat dalam 20 paket. Jadi, dalam 1 ruangan yang berisi 20 orang, tidak ada yang mengerjakan soal yang sama. Alasan pemerintah sih, biar UN ini bisa digunakan juga sebagai seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena tingkat kecurangan siswa sudah ditekan.



Kenyataannya, kalau mau melanjutkan ke PTN harus tes lagi. Cape deh...

Oke, udahan bahas UN-nya, sekarang kita bahas BEBERAPA (bukan cuma 1) NEGARA MAJU yang tidak ada UN dalam sistem pendidikannya.

Finlandia

Finlandia mungkin tidak sehebat Amerika Serikat tapi mereka punya sistem pendidikan termaju di dunia dan tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional. Lalu, bagaimana menentukan kelulusan??? Sepenuhnya dipercayakan kepada para guru. So, negara 'hanya' berkewajiban melatih dan mendidik guru agar bisa melaksanakan evaluasi yang berkualitas.

Disana juga tidak ada yang namanya peringkat juara, laporan hasil evaluasi sifatnya lebih personal. Orang Finlandia yakin bahwa setiap individu itu unik dan punya kemampuan yang berbeda-beda.

Satu lagi, disana pekerjaan sebagai guru lebih terhormat dari pada seorang dokter sekalipun.

Amerika Serikat

Walau terdiri dari banyak negara bagian (state), tapi tidak pernah ada yang namanya UN atau Ujian Negara seara nasional. Ujian diselenggarakan oleh masing-masing negara bagian tapi tidak semua sekolah diwajibkan mengikuti. Setiap negara bagian juga punya materi ujian sendiri.

Kelulusan juga bisa ditentukan oleh sekolah. Tapi, baik lulusan dari ujian sekolah atau ujian negara bagian tetap bisa mengikuti ujian masuk universitas asal memenuhi persyaratan dan lulus tes masuk.

Logikanya : Kualitas pendidikan ditentukan oleh individu masing-masing. Contohnya, Si A lulusan SMA pinggiran tapi lulus tes masuk di Harvard, dia akan tetap diterima oleh universitas tersebut. Intinya, kualitas ditentukan oleh individuu (individual quality).

Linda Hammond, seorang pakar pendidikan dari Columbia University berpendapat bahwa nasionalisasi ujian sekolah tidak bisa memberi kreativitas guru. Sekolah tidak bisa menciptakan strategi belajar yang sesuai dengan perbedaan kondisi sosial , ekonomi, budaya serta kemajuan teknologi. Sistem pendidikan top down oriented, tidak bisa menjawab masalah yang ada di daerah berbeda.

Jerman


Jerman tidak mengenal UN. Mereka lebih mengutamakan untuk membantu setiap siswa dapat berkembang secara optimal dengan cara :

1. Menyediakan guru yang profesional, dimana seluruh waktunya hanya untuk menjadi pendidik. Jadi, tidak ada yang namanya guru yang seorang tukang bakso seperti di Indonesia. Mungkin karena gaji guru disana lumayan gede.

2. Menyediakan fasilitas sekolah yang membuat peserta didik dapat belajar secara gembira dengan fasilitas olahraga dan ruang bermain serta ruang kerja guru.

3. Menyediakan media pembelajaran yang kaya, yang membuat siswa belajar secara terus menerus melalui buku bacaan wajib,  buku rujukan, buku bacaan, novel serta laboratorium dan perpustakaan yang lengkap hingga membuat siswa sampai pada tingkat MENIKMATI BELAJAR. Indonesia kapan ya???

4. Evaluasi yang terus menerus, komprehensif dan obyektif. Dengan model belajar seperti diatas, peserta didik dinilai tingkah lakunya, kesungguhan belajar, hasil belajar, kemampuan intelektual, dan partisispasi dalam belajar. Inilah yang membuat sekoalh di Jerman menghasilkan rakyat yang beretos kerja tinggi, peduli mutu dan gemar belajar.

Kanada

Negara asal Justin Beiber ini tidak mengenal Ujian Nasional karena dianggap tidak bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di negara itu. Untuk kontrol kualitas lulusan di Kanada, ada penjamin mutu pendidikan yang kontrolnya sangat kuat.

Lembaga ini bekerja sangat ketat dari pendidikan dasar hingga menengah. Sehingga murid yang masuk ke perguruan tinggi cukup dengan rapor terakhir. Hasilnya, perguruan tinggi di Kanada tidak perlu repot melakukan ujian masuk. Karena standar sekolah disana sudah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang akan dimasuki setiap lulusan.

Ini nih yang beda dengan Indonesia, dimana negara harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukan ujian nasional dan ujian mandiri. Huft...

Australia

Oke, negara terakhir adalah Australia. Tetangga kita ini tidak ada bahkan tidak kenal sama sekali dengan Ujian Nasional. Emang sih ada yang namanya Ujian State (Negara Bagian). Tapi, ujian ini tidak untuk menentukan kelulusan melainkan untuk menentukan kemana siswa akan melanjutkan pendidikan.

Walaupun nilai nol, tetap akan dinyatakan lulus tapi tidak ada gunanya karena membuat siswa akan sangat sulit melanjutkan pendidikannya.

Oke, itulah beberapa negara yang ternyata tidak melaksanakan ujian nasional. Bagaimana pendapatmu???

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS