Home » » Pandawa dan Power Rangers

Pandawa dan Power Rangers

Sewaktu kecil, saya sering menonton Power Rangers. Biasanya ditayangkan setiap minggu pagi di salah satu saluran TV Swasta Nasional, sebut saja Indosiar. Waktu itu, saya sangat suka menonton Power Rangers karena terlihat keren, dari manusia biasa bisa berubah menjadi manusia dengan pakaian warna-warni yang memakai helm serta senjata-senjata canggih dengan bentuk yang aneh unik.

Belum lagi dengan kehadiran Megazord dengan bentuknya yang lagi-lagi aneh unik dan lebih mirip mainan robot. Tapi, bagi saya waktu itu, hal tersebut sangatlah keren dan tidak bisa dilewatkan.

Lama kelamaan, saya jadi malas menonton acara TV seperti Power Rangers dan sebangsanya karena akhirnya saya menyadari kalau saya tidak akan bisa berubah seperti mereka. Mana mungkin dari dalam sebuah jam tangan akan muncul baju anti peluru berwarna-warni beserta sebuah helm.



Semakin saya tumbuh, saya makin menyadari kalau Power Rangers itu semakin aneh. Bukan berarti saya tidak menyukainya, tapi saya memang sudah tidak pantas menontonnya lagi. Yang menjadi masalah bagi saya sekarang ini, banyak anak-anak yang lebih mengenal Power Rangers dibandingkan Panca Pandawa. Emang ada hubungannya???

Begini, seandainya anak-anak kecil jaman sekarang lebih mengenal Power Rangers dari pada Pandawa. Maka, mungkin saat mereka semakin tumbuh mereka akan bercita-cita jadi Power Rangers yang melawan moster-moster jahat dengan megazord. Tapi, hal itu kemungkinannya sangat kecil bahkan mustahil terjadi.

Coba lihatlah apa yang terjadi saat anak-anak itu masih kecil dan mengidolakan Power Rangers, mereka akan menghabiskan uang orangtuanya hanya untuk membeli sebuah jam tangan mainan asal China untuk bisa 'berubah'. Walaupun mereka mencobanya sampai 1000 kali, mainan itu tidak akan ada gunanya. Bahkan hanya akan menghabiskan uang orangtua mereka.

Belum lagi dengan sifat khusus yang dimiliki Power Rangers. Apa itu? Setiap 2-3 tahun, pasti ada versi barunya. Sejak saya pertama kali mengerti acara TV, entah sudah berapa banyak versi Power Rangers yang saya tau.

Sekarang, bandingkan jika anak-anak kecil itu lebih mengenal bahkan mengidolakan para Pandawa.



Bila mereka mengidolakan Yudistira maka mereka menjadi akan menjadi anak yang bersifat adil, sabar, jujur, taat pada agama, penuh percaya diri dan berani berspekulasi.

Bila mereka mengidolakan Bima maka mereka akan jadi anak yang gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh, jujur serta menganggap semua orang sama derajatnya.

Jika anak-anak mengidolakan Arjuna maka mereka akan menjadi anak yang cerdik dan pandai, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah.

Bila mereka mengidolakan Sadewa maka mereka akan menjadi anak-anak yang bijaksana diantara teman-temannya, atau jika mereka mengidolakan Nakula, maka mereka akan menjadi orang yang teliti dan penghibur hati diantara teman dan keluarganya.

Ya, walaupun kedua cerita tersebut berasal dari luar Indonesia. Setidaknya, cerita tentang Pandawa lebih melekat di Indonesia. Tapi, sayangnya sekarang ini semakin sedikit saja anak-anak kecil yang tau tentang Pandawa. Padahal, kalau tidak dikenalkan sejak kecil, mereka bisa saja tidak tau apa-apa soal budaya mereka sendiri.

*postingan ini tidak bermaksud membandingkan Power Rangers dengan Pandawa, tapi berusaha memberikan gambaran tentang kemungkinan perbedaan antara sifat anak yang mengidolakan Power Rangers dengan yang mengidolakan Pandawa.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS